Menjaga Kesehatan Miss V

Menjaga Kesehatan Miss V

Setiap wanita sudah terlatih jika peduli dengan kesehatan dan kebersihan tubuh sehingga selalu bisa menjaga kesehatan dari miss V.

Karena secara biologis, banyak anggota tubuh yang sensitif dan harus selalu dijaga higienis.

Menjaga Kesehatan Miss V dengan Melakukan Hal ini

Perawatan itu dikerjakan diawali pada segi luar sampai segi “dalam “. Misalkan seperti tempat kewanitaan, Miss V perlu perawatan agar masih sehat. Berikut cara menjaga kesehatan Miss V yang baik dan benar. Baca ya!

  1. Jauhi potong rambut kemaluan

Peluang untuk beberapa wanita potong rambut kemaluan agar terlihat rapi dan bersih di mata pasangan saat kerjakan jalinan seksual. Tapi, ada beberapa risiko yang membidik saat kamu cukurnya.

Baca Juga: Beragam Manfaat Bunga Telang

Rambut kemaluan punya banyak manfaat. Diambil healthline.com, rambut ini membuat pelindungan Miss V dari bakteri tambahan dan tangani persoalan yang terkait dengan keringat dan gesekan. Mengguntingnya justru bisa menghilangkan pelindungan tempat kewanitaan kamu.

  1. Tentukan pakaian dalam dengan bahan bisa menjaga Miss V masih kering

Tempat kewanitaan harus dijaga agar masih tidak lembap dan kering. Diambil everydayhealth.com, pakaian dalam yang lembap bisa memicu tumbuhnya jamur yang mengakibatkan infeksi pada Miss V.

Karenanya, tentukan pakaian dalam dengan bahan seperti katun yang bisa membuat Miss V “bernapas “.Hindari celana dalam model G-String.

  1. Jauhi douching

Apa itu douching? Tutur douching berasal dari bahasa Prancis yang berarti membanjiri ataupun bilas. Douching merupakan cara mensterilkan Miss V dengan douche, ialah suatu perlengkapan yang terdiri dari selang serta kantong bermuatan larutan pencuci. Larutan ini umumnya kombinasi materi kimia semacam pembasmi kuman, pewangi, semacamnya, serta asam.

Didapat dari nhs. uk, douching dapat berimbas karena dapat mengusik kuman bagus pada Miss V. Guru besar Lamont yang dituturkan ahli ucapan Royal College of Obstetricians and Gynaecologists menerangkan douching dapat mensterilkan Miss V, apalagi kuman bagusnya bisa turut” dibersihkan”.

  1. Konsumsi yoghurt

Kamu juga harus memerhatikan mengonsumsi makanan yang kamu konsumsi setiap harinya. Tentukan beberapa makanan sehat yang bisa menjaga ketahanan tubuh kamu, khususnya untuk tempat kewanitaan. Diantaranya makanan yang baik untuk Miss V adalah yoghurt. Hidangan penutup yang nikmat disajikan saat dingin ini punya dampak yang baik untuk Miss V.

Diambil dari everydayhealth.com, Leah Millheiser, MD, direktur program pengobatan seksual wanita di Stanford University Medical Center menerangkan yoghurt kaya probiotik. Hal itu sangat baik karena bakteri laktobasilus bisa membantu meredam infeksi jamur pada vagina.

  1. Lihat pelumas yang kamu pakai

Pelumas sebenarnya sangat baik saat berhubungan seks karena dapat turunkan risiko lecet karena gesekan. Tapi, perlu kamu memperhatikan pelumas yang kamu gunakan.

Diambil dari everydayhealth.com, gunakanlah pelumas yang berbasiskankan air dan menghindari pelumas dengan bahan petroleum jelly.

  1. Kerjakan seks secara sehat

Seks memang kepentingan setiap makhluk hidup di dunia. Tapi, kamu tidak boleh berhubungan seks secara asal-asalan karena dapat berefek munculkan penyakit seksual yang berefek untuk organ kewanitaanmu.

Kerjakan hubungan seks secara aman dan sehat. Gunakanlah kondom untuk meminimalkan risiko terkena penyakit sex. Hindari permainan anal karena dapat menyebarkan bakteri penyebab penyakit ke vagina kamu. Selain itu, rutinlah kerjakan cek kesehatan teratur untuk menghindari infeksi menebar seksual.

  1. Jaga kesetimbangan pH alami vagina

Tingkat keasaman (pH) vagina yang normal adalah 3,8-4,5. Membersihkan vagina menggunakan sabun berpewangi, gel, atau antiseptik tidak disarankan sebab bisa mengusik kesetimbangan pH dan bakteri baik pada vagina.

Selain itu, penggunaan produk pembersih kewanitaan, baik yang digunakan di luar atau yang disemprotkan ke vagina (douching), juga tidak dianjurkan, sebab bisa mengganggu pH normal vagina. Larutan pembersih khusus vagina tidak boleh digunakan dengan teratur, sebab bisa tambahkan risiko infeksi dan iritasi pada vagina.

  1. Bersihkan vagina saat menstruasi

Saat menstruasi, bersihkan vagina lebih dari 2x satu hari. Terkecuali vagina, perineum (segi antara vagina dan anus) dan tempat sekitar vagina perlu dibersihkan saat menstruasi.

  1. Memakai pelindungan saat berhubungan seksual

Penggunaan alat kontrasepsi, seperti kondom dan diafragma, perlu ditangani ketika akan terkait seks. Ini buat meredam kehamilan dan penyakit menebar seksual. Tetapi, pemakaian alat kontrasepsi yang salah dapat munculkan iritasi vagina. Untuk meredam iritasi, gunakan alat kontrasepsi itu bersama pelumas. Tentukan pelumas mempunyai bahan dasar air.

  1. Memakai pakaian dalam yang cocok

Gunakan celana dalam mempunyai bahan katun karena bahan ini memungkinkan putaran udara yang baik dan dapat menyerap keringat. Membersihkan pakaian dalam dengan sabun yang kandungan deterjennya sedikit dan hindari pelembut baju. Jangan sampai lupa untuk mengganti celana dalam secara teratur, ditambah lagi jika sudah terasa lembap atau basah.

  1. Jauhi penggunaan sabun mempunyai kandungan wangi-wangian

Saat membersihkan vagina, Anda tidak perlu menggunakan sabun, terutamanya sabun yang mempunyai kandungan minyak harum. Jika Anda masih ingin menggunakan sabun untuk membersihkan organ intim, tentukan sabun yang mempunyai cap hypoallergenic. Ini karena bahan di dalamnya justru dapat mengganggu kesetimbangan pH dan tambahkan risiko berjalannya infeksi vagina.

  1. Jauhi penggunaan pembalut beraroma

Saat menstruasi, hindari penggunaan pembalut yang mempunyai kandungan pewangi, ditambah lagi jika Anda memiliki kulit peka. Kandungan wangi-wangian dalam pembalut dapat membuat organ intim Anda memicu keputihan dan mengalami iritasi.

Selain itu, disarankan untuk sering mengganti pembalut minimum setiap 3-4 jam. Ini perlu ditangani untuk meredam infeksi dan timbulnya bau tidak sedap pada vagina.

  1. Membasuh vagina secara teratur

Miss V butuh dibuat bersih ataupun dibasuh tiap habis campakkan air kecil serta campakkan air besar. Tahap mensterilkan ataupun bilas Miss V yang benar yakni dari arah Miss V ke arah anus. Ini buat menjauh pancaroba kuman dari anus ke Miss V yang dapat menyebabkan peradangan. Setelah mensterilkan Miss V hingga bersih, janganlah kurang ingat buat mengeringkannya dengan handuk ataupun tisu kamar kecil yang halus.

  1. Buang air kecil sesudah lakukan jalinan intim

Ini sedikit lucu, tapi cukup logis kok. Saat lakukan jalinan intim, bisa terjadi kemungkinan pengalihan bakteri dan penyakit dari pasangan ke Miss V kamu. Buang air kecil jadi jalan keluar yang baik untuk “pembersihan “.

Yup, itu beberapa cara agar Miss V kamu masih terawat dan sehat. Tutorial itu diantaranya juga bisa kamu terapkan walaupun kamu belum menikah kok. Masih mempertahankan kesehatan tempat kewanitaan kamu ya!

Sebenarnya, vagina adalah organ tubuh yang mampu membersihkan dianya melalui cairan vagina. Vagina memiliki banyak bakteri baik yang dapat menjaga kesetimbangan pH pada tempat itu. Ini berguna untuk menepiskan perubahan bakteri jahat dan jamur yang dapat serang tempat vagina.

Cairan pembersih organ intim wanita dapat membersihkan tempat vagina. Tapi, sayang, biasanya cairan type ini benar-benar membersihkan semua, terhitung bakteri baik yang membuat pelindungan vagina.

Selain itu, tidak ada penelitian yang memperlihatkan bila cairan pembersih vagina dapat membuat pelindungan organ intim wanita dari infeksi. Sebaliknya, produk ini peluang bisa tambahkan risiko infeksi. Karenanya, hindari menggunakan cairan pembersih vagina, kecuali bila dianjurkan oleh dokter. Bila ingin menggunakannya, lebih baik tanya dulu sama dokter.